Sampah/Limbah Ditinjau Dari Perspektif Ilmu Fisika

Berpikir Bebas  SELASA, 23 JULI 2019 , 09:02:00 WIB | OLEH: HMMCJ WIRTJES

Sampah/Limbah Ditinjau Dari Perspektif Ilmu Fisika

Gunungan sampah/Net

Dalam pengertian sehari hari, sampah diartikan sebagai sisa, ampas dari hasil aktivitas manusia. Istilah sampah selalu dikonotasikan pada semua hal yang buruk, jelek dan kehadirannya tidak dikehendaki, tetapi diterima sebagai keniscayaan yang tidak dapat ditolak. Beberapa individu dan kelompok yang kreatif, mencoba mencari celah, peluang, manfaat keberadaan sampah, terlepas dari ada atau tidak ada niat untuk mengatasi masalah yang ditimbulkannya.Walau sekecil apapun, upaya itu tetap memberikan kontribusi positif dalam upaya mengatasi masalah ssmpah/ limbah.

Hakekat Sampah/Limbah
   
Hukum Thermodinamika I menyebutkan Materi dan energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan ,hanya dapat dirubah bentuknya. Jika air dipanaskan  sampai melewati titik didih,akan berubah jadi uap dan uap didinginkan akan kembali jadi air dan jika terus diturunkan suhunya sampai di bawah titik beku,akan berubah jadi es.
    
Hukum Thermodinamika II menyebutkan di alam tidak ada sistem yang efisien 100 persen dalam proses transformasi materi dan energi. Di dalam setiap terjadinya proses transformasi bentuk energi dan materi pasti akan meninggalkan sisa/ampas. Satu porsi makanan yang dimakan oleh seseorang, tidak seluruhnya dapat dirubah menjadi energi, hanya sebagian saja, selebihnya menjadi kotoran, air seni, keringat dan panas yang keluar dari pori pori.
   
Berdasarkan hukum thermodinamika II, kita dapat memperpanjang daur materi sampai semuanya berubah menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan. Misalkan sebuah perusahaan industri kecil ( home industry) memproduksi selai dengan bahan baku buah nenas. Kegiatan ini menghasilkan sampah berupa kulit nenas dalam jumlah besar dan mengundang kehadiran lalat.

Masalah ini dapat diatasi dengan meletakkan kulit nenas di hamparan tanah kosong, lalu ditaburi sekam padi dan serbuk gergaji. Beberapa waktu kemudian muncul ulat dan cacing serta jamur. Ulat dan cacing dipanen untuk pakan ternak unggas dan ikan yang bagus mutunya karena tidak mengandung bahan kimia. Jamur dipanen untuk dipasok  ke restoran besar,dijadikan menu unggulan.Yang tersisa di lahan berupa lapisan humus berwarna kehitaman yang dapat dijadikan pupuk pohon buah buahan dan tanaman hias. Akhirnya kulit nenasnya tidak ada lagi, berubah menjadi barang yang punya nilai ekonomis. Dengan cara ini masalah sampah teratasi dan mendapat nilai tambah yang cukup berarti.

Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00

Turun Jumpai Buruh

Turun Jumpai Buruh

RABU, 28 AGUSTUS 2019 , 09:31:00

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 19:47:00