Liburan Panjang, Sekolah dan Kesehatan Siswa

Berpikir Bebas  SABTU, 27 JULI 2019 , 08:16:00 WIB | OLEH: HMMCJ WIRTJES

Liburan Panjang, Sekolah dan Kesehatan Siswa
DI negeri kita, libur panjang di tiap jenjang pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi berlangsung selama lebih kurang antara 6 hingga 8 minggu, di antara akhir tahun ajaran ke awal tahun ajaran berikutnya. Tulisan ini memusatkan perhatian pada jenjang sekolah dasar ( SD ).

Libur panjang adalah agenda tetap, rutin dan pasti, dianggap sebagai kegiatan biasa, sehingga luput dari perhatian kita untuk dikaji lebih lanjut. Pada masa libur panjang, biasanya para guru, staf administrasi dan petugas kebersihan juga ikut libur. Praktis tidak ada aktivitas di sekolah.

Jika diamati lebih cermat, keadaan gedung dan halaman sekolah keadaannya kotor. Rumput dan tanaman hias tumbuh lebih lebat dari biasanya, halaman lebih kotor. Semua ruangan kelas dan kantor dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat. Di langit langit terutama  di sudut bertengger sarang labah labah, di pojok lantai terdapat tumpukan kecil pasir yang dijadikan sarang oleh semut dan serangga. Lantai, meja dan bangku belajar penuh debu. Udara di dalam ruangan pengap, kotor, sirkulasi udara tidak lancar. Kamar mandi/toilet  kondisinya sama atau lebih buruk, air di kamar mandi sudah jadi sarang nyamuk.

Demikianlah kondisi sebagian besar gedung sekolah, terutama sekolah negeri. Pada sekolah sekolah elit milik swasta mungkin kondisinya lebih baik. Sampai hari terakhir dari libur panjang, halaman dan gedung sekolah tidak kunjung dibersihkan untuk menyambut kehadiran siswa lama dan siswa baru. Pada hari pertama mulai tahun ajaran baru, kondisi sekolah masih tetap kotor dan tidak mungkin dapat dibersihkan semua pada hari itu.

Sementara itu kita amati kondisi siswa  pada waktu yang sama. Sebagian siswa pergi mengunjungi kota kota wisata untuk berlibur bersama keluarganya. Sebagian lagi memilih pulang ke kampung halaman orang tuanya, berlibur sambil bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Biasanya sebagian besar orang tua baru mengakhiri liburannya sampai hari terakhir masa liburan. Selama liburan para siswa melakukan aktivitas fisik lebih dari hari hari biasa. Ketika tiba di rumah, para siswa dilanda kelelahan luar biasa. Butuh beberapa hari untuk proses Recovery agar kondisinya fit, dan mereka praktis tidak punya kesempatan  untuk itu. Tidak tertutup kemungkinan para siswa di tempat liburan sudah membawa bibit penyakit.


Komentar Pembaca
KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

KPK Tangkap Tangan Bupati Indramayu

SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 13:45:26

Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00

Turun Jumpai Buruh

Turun Jumpai Buruh

RABU, 28 AGUSTUS 2019 , 09:31:00

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 19:47:00