Di Luar Jawa Masalah Listrik Padam Dah 'Menu Biasa', Kemarahan Jokowi Kepada Dirut PLN Terlambat

Oleh Padian Adi Siregar

OPINI  SENIN, 05 AGUSTUS 2019 , 16:29:00 WIB

Di Luar Jawa Masalah Listrik Padam Dah 'Menu Biasa', Kemarahan Jokowi Kepada Dirut PLN Terlambat

Padian Adi Siregar/RMOLSumut

Kemarahan Presiden Jokowi terhadap petinggi PLN akibat pemadaman listrik di Pulau Jawa merupakan fenomena gunung es yang dirasakan pelanggan di luar pulau Jawa khususnya Sumatera Utara. Paling tidak 3 kali per tahun sejak tahun 2004 hingga sekarang terjadi pemadaman total dilakukan PLN Sumatera Utara, bukannya pelanggan mendapat kompensasi atau ganti, tetapi pelanggan sering menjadi kambing hitam pemadaman yang terjadi.

Pemadaman yang terjadi di pulau Jawa merupakan momentum perbaikan manajemen PLN yang selama ini dianggap bobrok dan sering mengeluarkan alibi yang tidak bisa diterima nalar. Kemarahan pelanggan selama ini hanya dianggap angin lalu, karena PLN paham betul bahwa masyarakat sangat ketergantungan terhadap listrik, sehingga mau tidak mau harus pasrah terhadap pemadaman yang terjadi. Respon yang diberikan PLN sangat jauh dari harapan masyarakat, bahkan sengaja memancing kemarahan masyarakat dengan melakukan pemadaman seringkali pada saat momen sakral ibadah keagamaan seperti bulan puasa dan shalat maghrib.

Pemadaman listrik sudah menjadi "ritual wajib" PLN Sumatera Utara setiap tahun luput dari perhatian Menteri ESDM bahkan Presiden. Hal ini terbukti dengan marahnya Presiden Jokowi kepada Dirut PLN menganggap pemadaman harusnya bisa diantisipasi dan PLN harusnya punya cadangan apabila terjadi gangguan di salah satu pembangkit. Belasan tahun pelanggan PLN Sumatera Utara juga berpendapat yang sama, tetapi PLN selalu memberikan alasan yang sama pula yaitu kerusakan pembangkit, seolah seperti kutukan bagi PLN Sumatera Utara.

Paling menyakitkan hati pelanggan, ketika PLN kerap berjanji tidak akan melakukan pemadaman pada momen tertentu seperti Ramadhan dan Lebaran, tetapi selalu mengingkarinya dan ucapan mohon maaf disertai alibi terjadi kerusakan pembangkit menjadi ucapan rutin yang didengar pelanggan.
 
Pembangkit telah dibangun, Kapal pembangkit telah disewa tidak berarti apa-apa, nyatanya pemadaman tetap terjadi. Pelanggan sudah bosan dan tidak percaya lagi dengan alasan busuk yang disampaikan PLN. Merujuk pada alibi PLN, kenapa pembangkit selalu rusak setiap tahun tepat di bulan Mei-Juli? Tentu PLN Sumatera Utara tidak punya goodwill untuk melayani pelangan dan tidak profesional yaitu tidak punya manajemen resiko yang baik terhadap perawatan pembangkit.
 

Komentar Pembaca
Independence Competition

Independence Competition

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019

Jempolmu Harimaumu

Jempolmu Harimaumu

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019

Revolusi Wanita

Revolusi Wanita

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019

Perencanaan Komunikasi Dalam Pengembangan Potensi Wisata Di Kabupaten Siak Riau
Komunikasi Pariwisata Di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya
Referendum Papua, Mungkinkah?

Referendum Papua, Mungkinkah?

SELASA, 20 AGUSTUS 2019

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00