Kashmir Masih Memanas, Pakistan Larang Presiden India Lewati Wilayah Udara

Peristiwa  MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 , 10:18:00 WIB

Kashmir Masih Memanas, Pakistan Larang Presiden India Lewati Wilayah Udara
Pakistan menolak izin Presiden India Ram Nath Kovind untuk terbang melalui wilayah udaranya akhir pekan ini. 

Keputusan itu muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi antara dua negara tetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir tersebut masalah Kashmir yang disengketakan. 

"Keputusan itu diambil sehubungan dengan perilaku India," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi dalam sebuah pernyataan (Sabtu, 7/9).

"Presiden India telah meminta izin untuk menggunakan wilayah udara Pakistan untuk melakukan perjalanan ke Islandia, tetapi kami memutuskan untuk tidak mengizinkannya," tambah Qureshi, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Sementara itu, jurubicara pemerintah India Raveesh Kumar mengatakan, India menyesali keputusan tersebut. Pasalnya, izin terbang ke "VVIP" sebaliknya diberikan secara rutin oleh negara normal.

"Kami menyerukan Pakistan untuk mengakui kesia-siaan tindakan sepihak seperti itu," kata Kumar, seperti dimuat Channel News Asia.

Pakistan diketahui menutup wilayah udaranya untuk lalu lintas India pada Februari lalu setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan puluhan tentara India di Kashmir. Peristiwa itu meningkatkan ketegangan antara kedua tetangga dan memicu pertempuran udara.

Namun Pakistan kemudian membuka kembali wilayah udaranya untuk semua lalu lintas sipil pada bulan Juli, dan mengakhiri pembatasan peggunaan wilayah udara yang telah mempengaruhi rute internasional utama.

Akan tetapi, kali ini Pakistan kembali melarang penggunaan wilayah udaranya untuk India. Keputusan itu datang selang sehari setelah Pakistan menandai Hari Pertahanan, yang memperingati perang singkat 1965 dengan India atas Kashmir.

"Pakistan dengan tegas membela Kashmir demi hak mereka untuk menentukan nasib sendiri," kata Perdana Menteri Imran Khan dalam kunjungannya ke pos-pos militer dan keluarga prajurit yang jatuh di bagian wilayah Pakistan (Jumat, 6/9).[top]

Komentar Pembaca
Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Walikota Medan Terjaring OTT KPK

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 11:36:34

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00

Turun Jumpai Buruh

Turun Jumpai Buruh

RABU, 28 AGUSTUS 2019 , 09:31:00

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

Bobby Nasution-Bobby Zulkarnain

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 19:47:00